Kuliner Sop Iga dari Dapur Utie terletak di Bantul, di wilayah jalan Gose, atau sebelah timur Rumah Sakit Panembahan Senapati, Bantul, Warung ini terbuat dari bambu dengan rumbai-rumbai pada atapnya. Di dalam ruangan ada spanduk besar yang bertuliskan Dapur Utie berserta foto-foto menu kuliner yang disediakan.
Sop iga merupakan salah satu kuliner andalan dari warung makan ini. Ada pula kuliner lain yang yang berbahan dasar ikan berserta kuliner sayurannya seperti ca kangkung dan sejenisnya. Untuk kuliner minuman terdapat aneka juice dan minuman standart lainya seperti es teh dan sejenisnya.
Sop iga sapi ini hampir sama sayurnya dengan sop-sop yang lain, yakni ada kentang, tomat, seledri, Kuahnya yang panas memberikan rasa nikmat tersendiri, apalagi ditambahi dengan sambal yang cukup pedas, sehingga rasa kuahnya terasa nikmat berbaur dengan pedas. Dagingnya yang empuk tidak susah untuk digigit. Bahkan, diambil dengan sendok daging iga bisa lepas. Ini tanda, bahwa sop iga dagingnya empuk.
Harga satu porsi kuliner yang ditawarkan mulai dari 5.000 rupiah untuk ca kangkung misalnya dan sop iga yang ditawarkan adalah 10.000 rupiah
Selasa, 24 Mei 2011
Senin, 02 Mei 2011
The Corner
Berwisata kuliner pada malam hari di kelapa gading sangat menyenangkan dan banyak pilihan yang beragam. Salah satu tempat yang menawarkan wisata kuliner malam hari ini adalah kawasan parkir Apartemen wisma gading permai yang terletak di jalan raya bulevar summarecon kelapa gading.
Salah satu dari warung tenda ini yang menarik untuk dicoba pada saat wisata kuliner yaitu warung tenda the corner. Dengan kuliner andalan yang disajikannya yaitu Magical Moist Chicken Steak, Crilled Asian, Tenderloin Steak dan Tenderloin with blue cheese, Salty fish rice yang tidak lain adalah nasi goreng ikan asin, kemudian ada katsu fried rice, seafood fried rice dan masih banyak yang lainnya.
Selain itu pula ada kuliner pasta seperti spaghetti bolognese, lotsa cream carbonara dan velvety hammy fettuciny.
Dengan harga kuliner yang ditawarkan mulai dari 20.000 rupiah hingga 50.000 rupiah, dengan jam buka dari jam 15.00 sampai dengan 23.00. Warung tenda ini terletak di Kawasan Apartemen Wisma Gading permai, jalan Raya bulevar summarecon kelapa gading, Jakarta utara.
Salah satu dari warung tenda ini yang menarik untuk dicoba pada saat wisata kuliner yaitu warung tenda the corner. Dengan kuliner andalan yang disajikannya yaitu Magical Moist Chicken Steak, Crilled Asian, Tenderloin Steak dan Tenderloin with blue cheese, Salty fish rice yang tidak lain adalah nasi goreng ikan asin, kemudian ada katsu fried rice, seafood fried rice dan masih banyak yang lainnya.
Selain itu pula ada kuliner pasta seperti spaghetti bolognese, lotsa cream carbonara dan velvety hammy fettuciny.
Dengan harga kuliner yang ditawarkan mulai dari 20.000 rupiah hingga 50.000 rupiah, dengan jam buka dari jam 15.00 sampai dengan 23.00. Warung tenda ini terletak di Kawasan Apartemen Wisma Gading permai, jalan Raya bulevar summarecon kelapa gading, Jakarta utara.
Minggu, 17 April 2011
Soto Ayam Ambengan
Soto Ayam Ambengan memang berbeda dengan kuliner soto ayam yang lainnya. Di Soto Ayam ambengan warna kuahnya kuning pekat dengan irisan daging ayam yang lebar-lebar, dengan isinya nasi, bihun dan irisan telur rebus. Agar lebih sedap jangan lupa ditambah dengan perasan juruk nipis dan poya. Poya ini juga merupakan ciri khas kuliner soto ambengan. Poya merupakan bubuk yang berasal dari gilingan kerupuk udang dan bawang putih. Semakin banyak poya, akan semakin gurih rasanya, semakin membuah kuah soto semakin kental. Untuk nasi dapat dipilih disajikan dengan dua cara yaitu bisa langsung dicampur dengan kuliner sotonya maupun dipisah. Untuk isi dari soto dapat pula dipilih mau daging atau kulit bahkan brutu pun ada.
Warung yang menyediakan kuliner soto ini terletak di Jalan Dr. Soepomo SH45 BZ. Tebet, Jakarta Selatan, dengan jam buka jam 10.00 sampai 22.00, dengan harga kuliner yang ditawarkan dari 5.000 rupiah sampai dengn 15.000 rupiah.
Warung yang menyediakan kuliner soto ini terletak di Jalan Dr. Soepomo SH45 BZ. Tebet, Jakarta Selatan, dengan jam buka jam 10.00 sampai 22.00, dengan harga kuliner yang ditawarkan dari 5.000 rupiah sampai dengn 15.000 rupiah.
Selasa, 12 April 2011
Warung Makan Nasi Gandul Kuliner Khas Pati Jateng Bu Endang
Bagi anda yang tidak mengenal kuliner nasi gandul ini memang cukup mengherankan apa sih nasi gandul itu. Nasi gandul merupakan kuliner khas tradisional Jawa Tengah khususnya kota pati.
Kuliner Nasi gandul adalah kuliner sejenis nasi pindang hanya saja dalam penyajianya dipakai daun pisang untuk alasnya. Nasi gandul bisa disajikan dengan lauk pauk yang berbeda. Bisa bergedel, tempe, lidah sapi, usus sapi, daging sapi, paru sapi, hati sapi, dll, kemudian diberi tambahan bumbu kecap manis-pedas. Kadar yang cukup tinggi dari lemak yang ada di "jeroan" atau "bagian dalam perut sapi" memberikan rasa yang lezat namun berkolesterol tinggi.
Di jakarta, ada sebuah warung makan yang menawarkan kuliner nasi gandul ini, namanya warung makan nasi gandul bu endang dengan ciri khas kuliner nasi gandul yang tidak hilang walaupun disediakan di jakarta ini. Meskipun kuahnya lebih cair daripada aslinya, dengan alasan orang jakarta tidak terlalu menyukai rasa manis yang kental. Selain itu pula ada kuliner pendamping nasi gandul ini yaitu tempe goreng, empal daging sapi, jeroan, perkedel, bakwan jagung, tahu bacem dan tempe bacem.
Warung makan nasi gandul ini terletak di jalan Pesanggrahan no. 13 Meruya illir, kebon jeruk, dengan harga kuliner yang ditawarkan mulai dari harga 5.000 rupiah sampai dengan 20.000 rupiah dengan jam bukan dari jam 11.00 sampai jam 21.00
Kuliner Nasi gandul adalah kuliner sejenis nasi pindang hanya saja dalam penyajianya dipakai daun pisang untuk alasnya. Nasi gandul bisa disajikan dengan lauk pauk yang berbeda. Bisa bergedel, tempe, lidah sapi, usus sapi, daging sapi, paru sapi, hati sapi, dll, kemudian diberi tambahan bumbu kecap manis-pedas. Kadar yang cukup tinggi dari lemak yang ada di "jeroan" atau "bagian dalam perut sapi" memberikan rasa yang lezat namun berkolesterol tinggi.
Di jakarta, ada sebuah warung makan yang menawarkan kuliner nasi gandul ini, namanya warung makan nasi gandul bu endang dengan ciri khas kuliner nasi gandul yang tidak hilang walaupun disediakan di jakarta ini. Meskipun kuahnya lebih cair daripada aslinya, dengan alasan orang jakarta tidak terlalu menyukai rasa manis yang kental. Selain itu pula ada kuliner pendamping nasi gandul ini yaitu tempe goreng, empal daging sapi, jeroan, perkedel, bakwan jagung, tahu bacem dan tempe bacem.
Warung makan nasi gandul ini terletak di jalan Pesanggrahan no. 13 Meruya illir, kebon jeruk, dengan harga kuliner yang ditawarkan mulai dari harga 5.000 rupiah sampai dengan 20.000 rupiah dengan jam bukan dari jam 11.00 sampai jam 21.00
Senin, 04 April 2011
Restoran Pondok Wong Palembang
Rumah makan ini merupakan cabang pertama dair rumah makan shalom yang berada di kelapa gading, dengan mengusung kuliner khas Palembang. Rumah makan ini menyajikan kuliner makan khas Palembang seperti pempek campur, mie celor, tekwan, model, pindang ikan, pindang iga, pindang udang dan celimpungan. Rumah makan yang menyediakan kuliner segar dan nikmat ini berkapasitas 30 orang.
Harga kuliner yang ditawarkan disini adalah mulai dari 5.000 rupiah sampai dengan 20.000 rupiah, restoran ini buka dari jam 10.00 sampai 22.00, terletak di jalan Veteran I No. 12 A Gambir, Jakarta Pusat.
Harga kuliner yang ditawarkan disini adalah mulai dari 5.000 rupiah sampai dengan 20.000 rupiah, restoran ini buka dari jam 10.00 sampai 22.00, terletak di jalan Veteran I No. 12 A Gambir, Jakarta Pusat.
Kamis, 31 Maret 2011
Satu lagi kuliner Bakso Yang nikmat
Bakso siapa yang tidak tahu? Setiap orang pasti mengetahui kuliner bakso ini, mudah didapat dan sangat nikmat. Kuliner yang satu ini memang paling banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Sekarang ada yang namanya Bakso Den, dengan tempat yang nyaman dan harga terjangkau, bakso den hadir menhangatkan Jakarta kita ini.
Bakso Den adalah kuliner bakso sehat yang dibuat sendiri dengan mengunakan daging sapi pilihan terbaik dan segar, tanpa menggunakan campuran lemak sapi sehingga rasa dan mutunya sangat nikmat dan terjaga mutunya, dengan kuah untuk baksonya pun mengunakan kaldu asli dari sapi maupun ayam.
Selain itu pula di sini tersedia kuliner lain selain bakso yaitu rujak juhi, siomay dan bakso goreng. Harga kuliner yang ditawarkan disini mulai dari 5.000 rupiah sampai dengan 20.000 rupiah, warung kuliner bakso ini buka dari jam 9.30 sampai 19.30 dari hari senin sampai minggu.
Bakso Den adalah kuliner bakso sehat yang dibuat sendiri dengan mengunakan daging sapi pilihan terbaik dan segar, tanpa menggunakan campuran lemak sapi sehingga rasa dan mutunya sangat nikmat dan terjaga mutunya, dengan kuah untuk baksonya pun mengunakan kaldu asli dari sapi maupun ayam.
Selain itu pula di sini tersedia kuliner lain selain bakso yaitu rujak juhi, siomay dan bakso goreng. Harga kuliner yang ditawarkan disini mulai dari 5.000 rupiah sampai dengan 20.000 rupiah, warung kuliner bakso ini buka dari jam 9.30 sampai 19.30 dari hari senin sampai minggu.
Senin, 28 Maret 2011
Gyudon - kuliner Jepang
Gyūdon atau yang kita kenal dengan beef bowl merupakan salah satu kuliner Jepang jenis Donburi berupa semangkuk nasi putih yang di atasnya diletakkan irisan daging sapi bagian perut dan bawang bombay yang sudah dimasak dengan kecap asin dan gula. Sebagai penyedap, di atasnya sering ditambahkan asinan jahe (benishōga), campuran rempah dan cabai yang disebut shichimi, atau telur ayam mentah sesuai selera.
Gyūdon berasal dari kuliner yang disebut Sukiyakidon (sukiyaki donburi), sehingga sering dijumpai gyudon yang memakai shirataki seperti halnya sukiyaki.
Di zaman Meiji sudah dikenal cikal bakal gyūdon yang disebut Gyumeshi berupa semangkok nasi yang diatasnya diletakkan irisan daging sisa Gyūnabe (daging sapi yang dimasak dengan kecap asin dan gula). Pada waktu itu, orang Jepang sering mendengar orang asing memanggil anjingnya, "Come (here)", tapi menurut pendengaran orang Jepang, "come" terdengar seperti "kame" dan orang asing tersebut disangka sedang memanggil anjing yang bernama Kame. Dari nama anjing bernama Kame konon lahir sebutan Kamechabu, chabu (makanan) untuk si Kame berupa nasi dicampur sisa-sisa Gyūnabe yang tidak habis dimakan.
Restoran siap saji Yoshinoya yang membuka cabang dengan sistem waralaba memopulerkan gyūdon sebagai kuliner rakyat pada paruh kedua tahun 1970-an. Kuliner serupa juga dihidangkan dengan nama Gyūmeshi oleh restoran waralaba lain seperti Yōrōnotaki, Matsuya, Sukiya dan Kōbe Ranputei.
Pada tanggal 11 Februari 2004, Yoshinoya dan restoran gyūdon lain terpaksa menghentikan penjualan gyūdon akibat kekuatiran daging sapi dari Amerika Serikat tercemar penyakit sapi gila. Parlemen Jepang berusaha mendatangkan kembali daging sapi dari Amerika sejak Mei 2005, tapi baru berhasil mengimpor di bulan Januari 2006.
Pada tanggal 18 September 2006, Yoshinoya kembali menjual Gyūdon tapi hanya selama satu hari penuh saja, itu pun dengan jumlah porsi yang terbatas (1 juta porsi dengan jatah 1.000 porsi per restoran).
Gyūdon berasal dari kuliner yang disebut Sukiyakidon (sukiyaki donburi), sehingga sering dijumpai gyudon yang memakai shirataki seperti halnya sukiyaki.
Di zaman Meiji sudah dikenal cikal bakal gyūdon yang disebut Gyumeshi berupa semangkok nasi yang diatasnya diletakkan irisan daging sisa Gyūnabe (daging sapi yang dimasak dengan kecap asin dan gula). Pada waktu itu, orang Jepang sering mendengar orang asing memanggil anjingnya, "Come (here)", tapi menurut pendengaran orang Jepang, "come" terdengar seperti "kame" dan orang asing tersebut disangka sedang memanggil anjing yang bernama Kame. Dari nama anjing bernama Kame konon lahir sebutan Kamechabu, chabu (makanan) untuk si Kame berupa nasi dicampur sisa-sisa Gyūnabe yang tidak habis dimakan.
Restoran siap saji Yoshinoya yang membuka cabang dengan sistem waralaba memopulerkan gyūdon sebagai kuliner rakyat pada paruh kedua tahun 1970-an. Kuliner serupa juga dihidangkan dengan nama Gyūmeshi oleh restoran waralaba lain seperti Yōrōnotaki, Matsuya, Sukiya dan Kōbe Ranputei.
Pada tanggal 11 Februari 2004, Yoshinoya dan restoran gyūdon lain terpaksa menghentikan penjualan gyūdon akibat kekuatiran daging sapi dari Amerika Serikat tercemar penyakit sapi gila. Parlemen Jepang berusaha mendatangkan kembali daging sapi dari Amerika sejak Mei 2005, tapi baru berhasil mengimpor di bulan Januari 2006.
Pada tanggal 18 September 2006, Yoshinoya kembali menjual Gyūdon tapi hanya selama satu hari penuh saja, itu pun dengan jumlah porsi yang terbatas (1 juta porsi dengan jatah 1.000 porsi per restoran).
Langganan:
Postingan (Atom)